Lama aku menanti
mendengar riuh kicaumu
namun,
tiap kali ku sapa dirimu
hanya kibasan sayapmu
yang menyibakkan wajahku
Bencikah kau
pipit kecilku
hingga tak lagi
bersenandung bagiku
atau memang kau
sudah lupa
akan kurcaci ini...
baiklah
esok aku kan menjeratmu
dengan kidung-kidung
cinta yang membawamu
dalam buai
puisi jiwa.
tempat kau menari dalam
sangkar hati
pujangga sepi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar