Getir rasanya...
ketika dia menusuk hati
dengan kata yang tajam
menghujam begitu dalam
Peripih-peripihnya
masih tertinggal
membengkak luka membedah nurani
Maukah dia,
bagian dari darah dan
daging yang sama denganku
mencabutnya
hingga lukaku tak meradang
Kalo bukan kau
mungkin sudah ku hujam
dengan parang
Kuusir dari istana
kebesaran
Tempat wijaya muda
dibesarkan
dan meneguk susu
kelembutan Bunda Ratu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar