Rabu, 01 April 2009

Bunga Wilwatikta

Getir rasanya...
ketika dia menusuk hati
dengan kata yang tajam
menghujam begitu dalam
Peripih-peripihnya
masih tertinggal
membengkak luka membedah nurani

Maukah dia,
bagian dari darah dan
daging yang sama denganku
mencabutnya
hingga lukaku tak meradang

Kalo bukan kau
mungkin sudah ku hujam
dengan parang

Kuusir dari istana
kebesaran

Tempat wijaya muda
dibesarkan
dan meneguk susu
kelembutan Bunda Ratu

Tidak ada komentar: