Tak terasa sudah tiba saatnya beranjak kaki
tinggalkan kota bising ini.
Meski seraut wajah masih
membayangi jejak
langkah menysuri jalan
terjal menuju
kota sunyi.
namun tetap pasti
menanti hari tuk
bertemu kembali
memetik sbulir senyum
yang menghias pelangi
pagi hari.
Nahan don ing umastuti pada nirahyun umiketa kathe nareswara sang sri natha ri Wilwatikta haji Rajasawijaya wisesa bhupati saksat janma bhatara natha sira n anghilangaken i kalangka ning praja henty ang bhumi Jawatibhakti manukula tumuluyi tekeng dirgantara.
Sabtu, 11 Juli 2009
Ego Vere Amo Te
Sebuah ungkapan yang sangat familier di telinga kita "Kasih". Tapi taukah kita dengan arti dari kasih itu sendiri ? atau kita hanya tau menyebutnya saja tanpa mengenal arti dari kasih itu sendiri?
Lalu samakah "Kasih" dengan "Cinta" ?
Ada baiknya kita luangkan waktu sejenak untuk mencoba memahami arti kasih dan cinta. Kasih merupakan sebentuk ungkapan rasa yang diberikan kepada orang lain, bisa berupa kata-kata, perbuatan ataupun melalui perlambang. Maka mari kita coba untuk menemukan arti kasih itu sendiri. "Kasih" merupakan wujud dari sebuah kebebasan. Mungkin bisa dicontohkan, jika kita memiliki pacar, yang sering juga disebut kekasih, apakah kita ingin membuat kekasih kita tidak bahagia ? atau jika kita sudah memiliki anak, apakah kita mengungkapkan kasih kita dengan memukul dan menamparnya setiap hari..? atau kita memberikan apa yang mereka butuhkan ? saat kita bayi, ibu selalu memberikan kasih sayangnya yang begitu besar. Ketika kita menangis saat masih bayi atau ketika kecil, ibu langsung datang dan mengahampiri kita meski beliau sedang memasak atau sedang mengerjakan sesuatu yang penting. Ibu kita tidak pernah melarang atau memukul kita saat kita ngompol atau, maaf, "pup" di popok bayi kita. Bahkan dengan penuh kasih, beliau mau membersihkan kotoran dan ompol kita dan tak pernah sedikitpun ibu kita protes dengan hal tersebut. sebuah contoh nyata ungkapan kasih sejati yang pernah kita alami dan patut kita syukuri. Kasih yang membebaskan kita untuk berbuat semaunya. Jika kita sedikit renungkan, sejak awal hidup kita sudah memperoleh kasih yang begitu besar. Tuhan telah memberi kebebasan untuk memilih jalan hidup kita sendiri. Sungguh Sebuah kasih sejati yang dalam bagi kita dari Tuhan. Contoh lain, jika bisa dijadikan sampel, yang biasa kita jumpai dalam keseharian kita, yaitu pohon rindang yang memberi keteduhan bagi kita. Pohon tidak pernah memilih orang baik atau orang jahat untuk berteduk di bawahnya ketika terik matahari membakar tubuh kita. Bahkan orang yang memotong ranting atau cabangnya pun masih diberikannya keteduhan dari panasnya sinar matahari. Atau bunga mawar yang memberi keindahan warna dan wanginya kepada setiap orang, pernahkan dia menjadi busuk ketika orang jahat menghampirinya?
Dari contoh di atas, kita jadi sedikit mengerti bahwa kasih adalah sebentuk kebebasan yang kita berikan sebagai ungkapan cinta kepada orang lain, alam, dan dunia ini. Maka marilah kita bersama memberikan kasih yang tulus dan bebas tanpa memandang kejahatan dan keburukan orang lain. Sebab dengan demikian kita memiliki kasih nyata yang bebas dari belenggu pikiran kita dimana akan membatasi diri kita untuk memberikan dan mengungkapkan kasih yang berdiam di hati kita manusia.
Sehingga dapat kita artikan Kasih sebagai kebebasan yang membebaskan diri kita dari belenggu-belenggu pikiran, budaya dan hal-hal lain yang membuat kasih dalam hati terpenjara.
Salvo Meliori Iudisio.... semoga ada pendapat yang lebih baik....
Lalu samakah "Kasih" dengan "Cinta" ?
Ada baiknya kita luangkan waktu sejenak untuk mencoba memahami arti kasih dan cinta. Kasih merupakan sebentuk ungkapan rasa yang diberikan kepada orang lain, bisa berupa kata-kata, perbuatan ataupun melalui perlambang. Maka mari kita coba untuk menemukan arti kasih itu sendiri. "Kasih" merupakan wujud dari sebuah kebebasan. Mungkin bisa dicontohkan, jika kita memiliki pacar, yang sering juga disebut kekasih, apakah kita ingin membuat kekasih kita tidak bahagia ? atau jika kita sudah memiliki anak, apakah kita mengungkapkan kasih kita dengan memukul dan menamparnya setiap hari..? atau kita memberikan apa yang mereka butuhkan ? saat kita bayi, ibu selalu memberikan kasih sayangnya yang begitu besar. Ketika kita menangis saat masih bayi atau ketika kecil, ibu langsung datang dan mengahampiri kita meski beliau sedang memasak atau sedang mengerjakan sesuatu yang penting. Ibu kita tidak pernah melarang atau memukul kita saat kita ngompol atau, maaf, "pup" di popok bayi kita. Bahkan dengan penuh kasih, beliau mau membersihkan kotoran dan ompol kita dan tak pernah sedikitpun ibu kita protes dengan hal tersebut. sebuah contoh nyata ungkapan kasih sejati yang pernah kita alami dan patut kita syukuri. Kasih yang membebaskan kita untuk berbuat semaunya. Jika kita sedikit renungkan, sejak awal hidup kita sudah memperoleh kasih yang begitu besar. Tuhan telah memberi kebebasan untuk memilih jalan hidup kita sendiri. Sungguh Sebuah kasih sejati yang dalam bagi kita dari Tuhan. Contoh lain, jika bisa dijadikan sampel, yang biasa kita jumpai dalam keseharian kita, yaitu pohon rindang yang memberi keteduhan bagi kita. Pohon tidak pernah memilih orang baik atau orang jahat untuk berteduk di bawahnya ketika terik matahari membakar tubuh kita. Bahkan orang yang memotong ranting atau cabangnya pun masih diberikannya keteduhan dari panasnya sinar matahari. Atau bunga mawar yang memberi keindahan warna dan wanginya kepada setiap orang, pernahkan dia menjadi busuk ketika orang jahat menghampirinya?
Dari contoh di atas, kita jadi sedikit mengerti bahwa kasih adalah sebentuk kebebasan yang kita berikan sebagai ungkapan cinta kepada orang lain, alam, dan dunia ini. Maka marilah kita bersama memberikan kasih yang tulus dan bebas tanpa memandang kejahatan dan keburukan orang lain. Sebab dengan demikian kita memiliki kasih nyata yang bebas dari belenggu pikiran kita dimana akan membatasi diri kita untuk memberikan dan mengungkapkan kasih yang berdiam di hati kita manusia.
Sehingga dapat kita artikan Kasih sebagai kebebasan yang membebaskan diri kita dari belenggu-belenggu pikiran, budaya dan hal-hal lain yang membuat kasih dalam hati terpenjara.
Salvo Meliori Iudisio.... semoga ada pendapat yang lebih baik....
Jika Tahta itu tiba
secarik senyum kau lempar kepadaku,
hendak berkata apa aku
bingung aku menatapmu
dibalik kelambu merah itu
masihkah slumbar senyum
untukku ketika
aku beranjak meninggalkanmu?
atau aku harus merajut
sebulir senyum untuk
hiasi mahkota
emas di wajahmu ?
jika keretaku tiba tuk
membawa sejumput harap
selapis mimpi
memboyong putri
ke puri
istana raja
bersanding di tahta
mahkota brawijaya
berjuluk maharani Wilwatikta.
masihkan sebulir senyum
terhias di wajahmu ?
hendak berkata apa aku
bingung aku menatapmu
dibalik kelambu merah itu
masihkah slumbar senyum
untukku ketika
aku beranjak meninggalkanmu?
atau aku harus merajut
sebulir senyum untuk
hiasi mahkota
emas di wajahmu ?
jika keretaku tiba tuk
membawa sejumput harap
selapis mimpi
memboyong putri
ke puri
istana raja
bersanding di tahta
mahkota brawijaya
berjuluk maharani Wilwatikta.
masihkan sebulir senyum
terhias di wajahmu ?
Langganan:
Postingan (Atom)