secarik senyum kau lempar kepadaku,
hendak berkata apa aku
bingung aku menatapmu
dibalik kelambu merah itu
masihkah slumbar senyum
untukku ketika
aku beranjak meninggalkanmu?
atau aku harus merajut
sebulir senyum untuk
hiasi mahkota
emas di wajahmu ?
jika keretaku tiba tuk
membawa sejumput harap
selapis mimpi
memboyong putri
ke puri
istana raja
bersanding di tahta
mahkota brawijaya
berjuluk maharani Wilwatikta.
masihkan sebulir senyum
terhias di wajahmu ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar