Senin, 24 November 2008

Hanami Part I

Ah..sudah hampir Desember rupanya. aku jadi teringat bunga sakura. Sakura yang pernah tumbuh dan mekar di taman Wilwatikta.
Apa kabarmu kini Sakuraku..? lama tak kudengar kabarmu. Tak terasa dua tahun sudah kau pergi ke seberang sana dan satu tahun lebih, saat kau katakan padaku, pohonmu sudah diambil orang. Sedang apa kau sekarang ? mengingatku juga? atau sedang bermanja dengan mataharimu? Aku jadi teringat ketika itu. Ketika aku masih bisa menikmati indah mahkota bungamu.

Masih kuingat saat kau menggodaku dengan senyum, yang membuat lidahku terasa kelu, senyum indahmu. Apalagi ketika mata nakalmu yang seakan tak membutuhkan ku saat kau marah. Hehe.. sungguh menggemaskan melihat tingkahmu yang manja saat ku goda dan kubelai mahkotamu. Kadang kau pura-pura tak melihatku dan dengan sengaja menabrakku dari samping, ah sial.. aku terpedaya oleh tingkah nakalmu itu yang selalu membuatku tersenyum geli bila mengingatnya. ingin rasanya kuremas lagi pipimu yang menggemaskan itu.

Oh ya, apa kau masih ingat saat kau mengataiku cerewet, waktu itu aku hanya tertawa kecil mendengar suaramu yang manja itu. Apalagi ketika aku mengatakan hal-hal bodoh, kau semakin bersemangat untuk mengolok-olokku dengan nada kata dan tingkah kekanak-kanakanmu itu. Dan masih banyak hal indah yang pernah kita lewati.

Tapi aku juga masih ingat, saat aku meninggalkanmu. Waktu itu langit sudah mendung, jam kuliahkupun juga sudah selesai. Jadi aku pulang duluan. Kau berdiri sendirian di gedung F menanti hujan reda. Aku tau ketika itu kau menungguku, sebab teman-temanku masih di sana, berharap aku kembali dan menemanimu. Tapi maaf, aku sudah terkapar di kamarku dan memikirkanmu juga. Atau ketika aku tinggalkan dirimu berjalan sendirian menuju tempat kos, karna aku memilih nonton pertandingan sepak bola Fakultasku melawan tim Fakultasmu. Memang ketika aku berangkat menuju stadion, kau masih ada kelas, jadi aku tinggal pergi. Dan kau tak pernah marah soal itu. Bahkan ketika aku berjalan dengan gadis lain, teman kuliahku, kau tak pernah marah. Mungkin kau cemburu saat itu, tapi kau tau, dia hanya temanku. Lalu kau membalasku seperti itu juga. hahaha.. sungguh lucu.

Oh iya.. aku jadi ingat sesuatu yang kau lakukan ketika aku menghisap rokok di dekatmu. Hal yang sering kau lakukan untuk menyindirku adalah mengibaskan tanganmu di dekat hidung mancungmu itu. Padahal, asapnya pun tak mendekatimu. Ah.. kau memang membuatku dongkol saat itu, tapi aku tertawa juga dengan caramu itu. Sial.

To Be Continued...

Jumat, 21 November 2008

Menanti Kepastian

Serigala liar keluar
sarang...
melihat putri malam
ragu melepas sinar...



Taman hayal

Aku terbang melayang
di atas lautan
hendak mencari mutiara
di
taman hayal...

astaqfirullah...
kaget aku...
ternyata kau ada di hadapanku...
bergeming aku..
melihat indahmu
di balut merah pipimu...

Merpati...

merpati terbang tinggi
melintasi awan
mencari diri
di kerumunan elang
liar

bukan salah jalan
hanya tersesat
oleh pikir yang
terjejal kenafsuan....

ingatkah dia akan
sarang
bila mentari telah
berpulang di pelukan
awan senja....


Kamis, 20 November 2008

Menikmati Kesunyian..

Mengintip Ratu malam
di balik daun
jendela yang terbuka lebar

ah...sial..
mendung rupanya
pantas penguasa malam enggan
ke luar
ya sudah,
ku nikmati anggunmu
dalam hayal lamunan

toh esok
kutatap lagi
paras menawan pemilik
juwita malam....

Sabtu, 15 November 2008

Senandung Maut

Senandung kematian burung
manyar

tertawakan pilu wajah
wajah lusu
yang menanti habis waktu

Kamis, 13 November 2008

Tusukan bisu

aku bertalut
padamu
lewat sebuah kias
namun bisumu membunuh
basuhan kata
dari muka jiwa


memendamku dalam
liang jahanam
penikam rasa...

Rabu, 12 November 2008

Menanti Maharani

Senja menapak dedaunan
membelai angin sore
bersama bayang bisu
pengembara lusu..

rerumputan bergoyang..
gemericik
tetes air memecah sunyi
menanti maharani
temani malam
berbalut lolong
serigala liar....

Dalam Hitungan Waktu

Dalam hitungan waktu
aku mengisi kosong itu
mengisi setiap jengkal ruang
yang mulai susut
ciut, dan kusut

ah...
sial aku tak dapat
mencegat sisa waktu
hingga semua jadi padat
dan siap meledak

bangsat.....