Kamis, 26 Maret 2009

Mari berdiam

“ Aku ingin mati saja !” Teriak gadis itu. “Mengapa?” Tanya lelaki yang berdiri agak jauh di sampingnya. “ Karna tak ada artinya lagi aku hidup, Semuanya sia-sia.” Jawab gadis yang sudah berdiri tepat di bibir kematian. “ Jika demikian, lompatlah sekarang.” Kata lelaki berjubah hitam itu. “ sebab, kau memang tidak berarti bagi kehidupan ini. Akankah lebih baik jika kau tidak pernah ada, daripada kau hidup hanya untuk mengakhirinya.” Lanjut nya.
Hidup kadang terasa berat… tapi sadarkah kita jika berkata demikian, kita telah lari dari kenyataan, bahwa, keadaan tersebut kita sendirilah yang membuatnya? Atau malahan dengan semena2 kita menyalahkan hidup itu sendiri yang telah member kita segala sesuatu selama perjalanan hidup kita, sebagai sumber dari permasalahan yang sedang menimpa kita, hingga akhirnya kita memutuskan untuk mengakhirinya? Sebuah pemikiran yang kurang bijak. Sebab kita menyerah begitu saja oleh permainan ego kita sendiri.
Satu hal yang patut kita sadari bahwa, kematian bukanlah sebuah jalan untuk menyelesaikan permasalahan kita. Hidup akan begitu berarti dengan segala hal yang kita alami, baik manis ataupun pahit. Justru dari pahitnya hidup, kita memperoleh arti terpenting dari hidup itu sendiri yang mengantarkan kita pada hidup yang lebih baik jika kita mau memahami dan memetik sesuatu dari pengalaman pahit itu. Dan akan lebih berarti lagi jika kita berani untuk memilih melanjutkan hidup dengan menghadapi keadaan terpahit dalam hidup kita dari pada memilih bunuh diri dan lari dari masalah yang ada, sebab putus asa tak kan menyelesaikan semuanya, hanya akan menambah beban dan masalah bagi orang lain. Pernahkah kita berpikir saat memutuskan untuk bunuh diri, bagaimana perasaan orang tua, saudara, bahkan anak2 kita ketika menemukan kita mengakhiri hidup dengan seutas tali atau terbang bebas lepas dari gedung bertingkat bak seorang superman ? yang pasti hanya akan meninggalkan kepedihan yang mendalam..dan teramat dalam… dan jika demikian,tegakah kita melihat mereka tersiksa oleh kepedihan yang begitu dalam hingga mungkin ,bahkan, dapat menjadikan salah satu dari mereka gila atau merana ? lebih baik, jika kita istirahat sejenak, sekedar menenangkan pikiran serta hati kita agar telaga hidup kita yang keruh oleh masalah atau kepahitan menjadi tenang dan jernih, hingga kita dapat melihat dasar dari masalah yang sedang kita hadapi hingga kemudian menemukan inti dari masalah yang sedang dihadapi sampai akhirnya menemukan sebuah penyelesaian yang baik dan keputusan yang tepat.
Dari situ kita kan memperoleh mutiara2 kehidupan yang sangat berharga dan tersemyum dengan liku2 hidup yang telah kita lewati. Dan kita akan menjadi pribadi yang istimewa oleh karena pengalaman yang kita hadapi sepanjang perjalanan yang begitu panjang ini. Jangan pernah menyerah oleh masalah, sebab tak ada masalah yang tak terpecahkan selama kita mau mencari pangkal dari permasalahan itu.
Salvo meliori iudicio.

Tidak ada komentar: