Ku persembahkan dewa kematian di atas talam keemasan
Sekedar membuatmu tenang, hingga fajar menjelang
Biar dia terkapar, sebab kematian lapar melahap
Kehidupan.
Di balik peraduan kau tetap diam
Acuhkan semua teriak hausku seperti tak pernah kau dengar,
Atau memang kau tuli?
Tuli hatimu hingga tak mendengar lagi
Bisik lembut yang berkata : “aku terima”
Apalagi yang harus ku bawa, supaya kau percaya ?
Apa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar