Selasa, 19 Mei 2009

Terjerat Asmara

terlampir seutas desah
di pundak-pundak kata
mengiring gemericik air
kolam yang mendesah
keenakan

ku tengok
balai-balai redup
seiring bunyi derit
tilam bambu usang

merengek
menahan beban yang bergerak-gerak
penuh irama
malam kesepian

lunglai
kata menepis rasa
membalut aroma
puspa nestapa
membelai lembut
bunga cinta
mereguk manis anggur
asmara.

Tidak ada komentar: