terlampir seutas desah
di pundak-pundak kata
mengiring gemericik air
kolam yang mendesah
keenakan
ku tengok
balai-balai redup
seiring bunyi derit
tilam bambu usang
merengek
menahan beban yang bergerak-gerak
penuh irama
malam kesepian
lunglai
kata menepis rasa
membalut aroma
puspa nestapa
membelai lembut
bunga cinta
mereguk manis anggur
asmara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar