Kamis, 18 Desember 2008

Rectoverso...

Lorong itu disebut waktu,
tanpa ku tau
dalam, batas
akhirnya.
Hanya batas
nafas saja yang ku yakin
pasti tiba.

Bak pembuat nisan,
yang begitu yakin
kematian selalu tiba
selalu berpinta.

Di lorong itulah,
sadar atau
tidak
aku terjebak.
Tanpa memandang
birunya langit
di senja hari,
jingganya mentari siang,
dan indah rembulan
di tengah taman.

Tidak ada komentar: