Menyapu lantai waktumenunggu semilir,
semusim gugur.
Saat dingin mengintip
hari,
bekukan setiap ranting.
Sungai berbau anyir.
Tanah menari,
berselimut kabut
aroma bangkai.
di situ..
di tempat itulah..
tarian malam
merayu, menyapu
wajah-wajah lugu,
penghuni batu-batu
kesedihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar