Aku heran,
dalam benak aku bertanya
begitu dia yakin
kematian selalu berpinta.
Pasahnya selalu hangat
oleh serpihan kayu
rautannya.
Palunya tak pernah diam
mamanggil kematian
dari balik jerit paku-paku tajam.
Berhari-hari
dielusnya, diukirnya kayu-kayu
lebar, tanpa ketiadaan ngeri
menanti kematian
seperti angin,
yang lewat tanpa menyapa,
yang berbisik tanpa suara....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar