Selasa, 11 Agustus 2009

Lewat Jalan Setapak..

Ketika semua tampak buram
saat senja merayap pelan
gelapkan setiap
kolong langit yg
mulai temaram.

Langkah gontai
penyair malam
isyarat kelelahan,
jalan yang dulu lebar
kini menyempit
pelan
dipagari ilalang
yang rimbun
membuat gatal.

Jalan setapak itu
kian buram oleh malam
bulan pun hanya
memberi tampakan
keperakan.

Semua sunyi
semua diam
tenang tak berucap
seakan hari hilang
ditelan hitam.

Lalu dimana
kunang-kunang yang
semarakkan malam
punah atau
malas meninggalkan sarang?

Ah..
biarlah
sunyi bukan berarti mati
gelap bukan berarti
meratap,
sebab...
sunyi menyandarkan
diri pada
bahu malam sekedar
istirahat sejenak dari
kekisruhan.

Tidak ada komentar: