Nahan don ing umastuti pada nirahyun umiketa kathe nareswara sang sri natha ri Wilwatikta haji Rajasawijaya wisesa bhupati saksat janma bhatara natha sira n anghilangaken i kalangka ning praja henty ang bhumi Jawatibhakti manukula tumuluyi tekeng dirgantara.
Minggu, 14 Maret 2010
Love is Freedom...
Cinta itu buta kata orang, atau kita dibutakan oleh sesuatu yg kita anggap cinta. Cinta pada hakekatnya adalah kebebasan, ibarat bunga mawar yang memberikan kebebasan kepada setiap orang, tidak peduli dia baik atau jahat, kaya atau miskin, untuk mencium harumnya dan melihat keindahannya, memetiknya bahkan menaburkan mahkotanya di atas pusara di pemakaman. Lebih lagi pohon mawar, meski bunganya di petik orang dia tidak pernah ngambek untuk memekarkan kembali bunganya. Jadi alangkah bodohnya jika kita ingin dianggap istimewa oleh orang yg kita cintai, karena dg demikian kita tidak bebas untuk mencinta tetapi terpenjara oleh pemikiran untuk menjadi istimewa baginya,yang berarti membuat dia juga memandang diri kita dari penjara emas yg kita buat itu. Seperti pohon kelapa, dia istimewa bukan krn pohonya, bukan krn buahnya, bukan juga krn daunnya, tetapi krn memang dia istimewa. Jadi... mari kita berlajar mencintai tanpa syarat, krn kasih itu sabar, dia tidak cemburu, dia tidak berburuk sangka dan tidak memilih. Yang Menerbitkan mataharipun tidak pernah meredupkan sinar mentari atau memadamkannya bagi pembunuh atau penjahat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar