Ah..sudah hampir Desember rupanya. aku jadi teringat bunga sakura. Sakura yang pernah tumbuh dan mekar di taman Wilwatikta.Apa kabarmu kini Sakuraku..? lama tak kudengar kabarmu. Tak terasa dua tahun sudah kau pergi ke seberang sana dan satu tahun lebih, saat kau katakan padaku, pohonmu sudah diambil orang. Sedang apa kau sekarang ? mengingatku juga? atau sedang bermanja dengan mataharimu? Aku jadi teringat ketika itu. Ketika aku masih bisa menikmati indah mahkota bungamu.
Masih kuingat saat kau menggodaku dengan senyum, yang membuat lidahku terasa kelu, senyum indahmu. Apalagi ketika mata nakalmu yang seakan tak membutuhkan ku saat kau marah. Hehe.. sungguh menggemaskan melihat tingkahmu yang manja saat ku goda dan kubelai mahkotamu. Kadang kau pura-pura tak melihatku dan dengan sengaja menabrakku dari samping, ah sial.. aku terpedaya oleh tingkah nakalmu itu yang selalu membuatku tersenyum geli bila mengingatnya. ingin rasanya kuremas lagi pipimu yang menggemaskan itu.
Oh ya, apa kau masih ingat saat kau mengataiku cerewet, waktu itu aku hanya tertawa kecil mendengar suaramu yang manja itu. Apalagi ketika aku mengatakan hal-hal bodoh, kau semakin bersemangat untuk mengolok-olokku dengan nada kata dan tingkah kekanak-kanakanmu itu. Dan masih banyak hal indah yang pernah kita lewati.
Tapi aku juga masih ingat, saat aku meninggalkanmu. Waktu itu langit sudah mendung, jam kuliahkupun juga sudah selesai. Jadi aku pulang duluan. Kau berdiri sendirian di gedung F menanti hujan reda. Aku tau ketika itu kau menungguku, sebab teman-temanku masih di sana, berharap aku kembali dan menemanimu. Tapi maaf, aku sudah terkapar di kamarku dan memikirkanmu juga. Atau ketika aku tinggalkan dirimu berjalan sendirian menuju tempat kos, karna aku memilih nonton pertandingan sepak bola Fakultasku melawan tim Fakultasmu. Memang ketika aku berangkat menuju stadion, kau masih ada kelas, jadi aku tinggal pergi. Dan kau tak pernah marah soal itu. Bahkan ketika aku berjalan dengan gadis lain, teman kuliahku, kau tak pernah marah. Mungkin kau cemburu saat itu, tapi kau tau, dia hanya temanku. Lalu kau membalasku seperti itu juga. hahaha.. sungguh lucu.Oh iya.. aku jadi ingat sesuatu yang kau lakukan ketika aku menghisap rokok di dekatmu. Hal yang sering kau lakukan untuk menyindirku adalah mengibaskan tanganmu di dekat hidung mancungmu itu. Padahal, asapnya pun tak mendekatimu. Ah.. kau memang membuatku dongkol saat itu, tapi aku tertawa juga dengan caramu itu. Sial.
To Be Continued...
2 komentar:
alah jo...jo...ceritone ra mutu
ngisinke... njijiki...
Yuliana say : iya nih..ceritanya gak jelas...kaya orang'e. kamu tu mang gak pernah jelas ok jo.
Posting Komentar